29 August 2009

_C.I.N.T.A_

SEMUA kejadian pasti bermakna, tak peduli ia sedih atau sakit hati. Maka, nasihat arif yang biasa kita dengar adalah: ''Petik manfaatnya, ambil hikmahnya.'' Ubahlah cara pandang!

Maka, jadilah sebuah kebencian bersuluh cinta. Ketakutan mewujudkan ketenteraman batin. Dan, yang tampak ''tidak adil'' terlihat sebagai a
nugerah yang perlu disyukuri. Apalagi jika mampu melihat secara polos, alami tanpa ego, maka akan tergambar cinta kasih yang hidup dalam setiap renik penciptaan-Nya.

Hidup pun benar-benar tenteram tanpa dibayangi ketakutan. Pelukis, pemuzik, dan sasterawan besar India, Rabindranath Tagore (1816-1941),
Jmenulis begini: ''Di belakangku ada kekuatan tak terbatas, di depanku ada kemungkinan tak berakhir, di sekelilingku ada kesempatan tak terhitung. Dan, semua itu ada Yang Mengatur. Kenapa mesti takut?''

Ya, kenapa mesti takut? Sunan Bonang alias Ma
khdum Ibrahim, yang lahir pada pertengahan abad ke-15 dan meninggal pada abad ke-16, menulis sajak begini:


Jangan terlalu jauh mencari keindahan
Keindaha
n ada di dalam diri
malah seluruh dunia ada di dalam diri
Jadikan dirimu cinta
Supaya dapat memandang dunia
Pusatkan fikiran heningkan ci
pta
Siang malam, berjagalah!

Segala yang ada di
sekelilingmu
Adalah buah amal perbuatanmu



Jadikan dirimu cinta supaya dapat memandang dunia! Kalimat yang bermakna dalam. Dr. Deepak Chopra, ahli psikologi India, menulis dalam The Way of the Wizard, Rahsia Jurus Sang Empu, cinta adalah ''yang meluluhkan segala ketidakmurnian, sehingga yang masih ada hanya yang sejati .'' Selagi kau punya takut, kau punya kemarahan, kau punya ego yang mementingkan diri sendiri, kau tidak boleh benar-benar mencintai.



Dan, tidak ada orang yang tanpa cinta. Yang ada hanya orang yang tidak boleh merasakan kekuatan cinta. Cinta itu lebih dari suatu emosi atau suatu perasaan. Cinta lebih dari keghairahan. ''Cinta adalah udara yang kita hirup sebagai nafas... dan beredar dalam tiap2 sel.'' Cinta adalah kekuatan tertinggi kerana tiada paksaan.



Cinta itu pula yang menggerakkan saya berkongsi kisah dari e-mail seorang rakan. Ceritanya, di zaman Cina kuno, seorang wanita muda yang baru menikah, Li-Li, tinggal di rumah ''mertua indah''. Setelah berhari-hari berkumpul, dia menyimpulkan tidak cocok dengan si ibu mertua. Tiada hari tanpa debat dan tengkar.




Li-Li tambah kesal kerana adat Cina kuno mengatakan: ''Harus selalu menundukkan kepala untuk menghormati mertua dan mentaati semua kemahuannya.'' Suami Li-Li, seorang yang berjiwa sederhana, sedih menghadapi keributan yang tiada pernah berhenti itu.


Akhirnya, Li-Li tak tahan lagi, dan bertekad melakukan sesuatu. Ia pun pergi ke rumah sahabat ayahnya, Sinshe Wang, yang memiliki kilang ubat. Ia ceritakan kekeruhan di rumah dan mohon agar dibuatkan racun bagi si ibu mertua.



Sinshe Wang berfikir keras sejenak, lalu berkata: ''Li-Li, saya mahu membantu menyelesaikan masalahmu, tapi kamu harus mendengarkan saya dan mentaati apa yang saya sarankan.'' Jawab Li-Li: ''Baik, Pak Wang. Saya akan mengikuti yang pak katakan.''



Wang mengambil ramuan dan berpesan: ''Kamu tidak boleh memakai racun keras yang mematikan seketika untuk menyingkirkan ibu mertuamu, kerana itu akan membuat orang jadi curiga. Saya memberimu ramuan beberapa jenis tanaman ubat yang secara perlahan-lahan akan jadi racun dalam tubuhnya.''



Untuk itu, ''Setiap hari sediakan makanan yang enak-enak dan masukkan sedikit ramuan ubat ini ke dalamnya. Lalu, supaya tidak ada yang curiga saat ia mati nanti, kamu harus hati-hati dan bersikaplah sebagai sahabat dengannya. Jangan berdebat dengannya, taati semua kehendaknya, dan perlakukan dia seperti seorang ratu,'' kata Wang.


Li-Li sangat senang dan berterima kasih pada Wang. Terburu-buru dia pulang untuk memulai rencana membunuh ibu mertua.

Minggu demi minggu, bulan demi bulan berlalu, Li-Li melayani mertuanya secara manusiawi. Disediakan makanan lazat yang sudah ''diracuni''. Pokoknya, sesuai petunjuk agar tak menimbulkan kecurigaan. Ia mulai belajar mengendalikan amarah, mentaati perintah ibu mertua, dan memperlakukannya seperti ibu sendiri.



Enam bulan berlalu, dan suasana berubah drastik. Li-Li sudah mampu menguasai diri. Ia tak pernah kesal atau marah lagi. Ia juga tak pernah berdebat dengan ibu mertua. Begitu pula si ibu mertua. Jauh lebih ramah. Li-Li dianggap sebagai puteri sendiri. Tak hanya itu, diceritakan pada kawan dan sanak saudara bahwa Li-Li menantu paling baik yang ia peroleh.



Suatu hari, Li-Li menemui Sinshe Wang. ''Pak Wang, tolong saya untuk mencegah supaya racun yang saya berikan pada ibu mertua tidak sampai membunuhnya. Ia telah berubah jadi wanita sangat baik sehingga saya mencintainya, seperti ibu sendiri. Saya tidak mahu ia mati kerana racun yang saya berikan kepadanya,'' kata dia.



Wang tersenyum. Ia mengangguk-angguk, lalu berkata: ''Li-Li, tidak ada yang perlu kamu khuatirkan. Saya tidak pernah memberi kamu racun. Ramuan yang saya berikan kepadamu itu hanyalah penguat badan untuk menjaga kesihatan.... Satu-satunya racun yang ada adalah yang terdapat dalam fikiranmu sendiri dan di dalam sikapmu terhadapnya. Tapi semua itu telah disapu bersih dengan cinta yang kamu berikan kepadanya.''



Cinta memang dahsyat. Pepatah Cina kuno mengatakan: ''Orang yang mencintai orang lain akan dicintai juga sebagai balasannya.'' Dan, itu sudah dibuktikan Li-Li, walau pada awalnya kerana keterpaksaan.


Rasulullah Solallahu 'alaihi wassalam bersabda, bahawa Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman;

"Cinta-Ku mesti bagi orang-orang yang saling mencintai kerana Aku; cinta-Ku mesti bagi orang-orang yang saling bersilaturrahim kerana Aku; cinta-Ku mesti bagi orang-orang yang saling menasihati kerana Aku; cinta-Ku mesti bagi orang-orang yang saling mengunjungi kerana Aku; cinta-Ku mesti bagi orang-orang yang saling memberi kerana Aku." (Hadith riwayat Imam Ahmad dalam kitab al-Musnad dan Imam Malik dalam kitab al-Muwatha')


p/s:Motif untuk post entry ini ialah cubalah belajar untuk mencintai..peringatan tuk diri sendiri..huhuhu...(rindu sangat2 nga kawan2 yang satu kepala denganku,ermm...)

Mari belajar pada beruang


SEEKOR beruang yang bertubuh besar sedang menunggu seharian dengan sabar di tepi sungai deras. Waktu itu memang bukan musim ikan. Sejak pagi ia berdiri di sana mencuba meraih ikan yang meloncat keluar dari air. Namun, takde satu pun ikan yang berjaya ditangkap.



Setelah berkali-kali mencuba, akhirnya... hup... ia dapat menangkap seekor ikan kecil. Ikan yang tertangkap itu menjerit-jerit ketakutan. Si ikan kecil itu merayu pada sang beruang, "Wahai beruang, tolong lepaskan aku."



"Mengapa," tanya sang beruang.

"Tidakkah kau lihat, aku ini terlalu kecil, bahkan bisa lolos disebalik celah-celah gigimu," rintih sang ikan.

"Lalu kenapa?" tanya beruang lagi.

"Begini saja, tolong kembalikan aku ke sungai. Setelah beberapa bulan aku akan membesar menjadi ikan yang besar. Di saat itu kau boleh menangkapku dan memakanku untuk memenuhi seleramu," kata ikan.

"Wahai ikan, kau tahu mengapa aku boleh membesar begitu besar?" tanya beruang.

"Mengapa?" ikan membalas sambil menggeleng-geleng kepalanya.

"Kerana aku tak pernah menyerah walau sekecil apa pun peluang yang telah tergenggam di tangan!" jawab beruang sambil tersenyum mantap.

"Ops!" teriak sang ikan, nyaris tersedak.



Dalam hidup, kita diberi banyak pilihan dan kesempatan. Namun jika kita tidak mahu membuka hati dan mata kita untuk melihat dan menerima kesempatan yang ALLAH berikan maka kesempatan itu akan hilang begitu saja. Dan hal ini hanya akan menciptakan penyesalan yang tiada guna di kemudian hari, saat kita harus berucap : "Ohhh....Andaikan aku tidak menyia2kan kesempatan itu dulu...?"



Maka bijaksanalah pada hidup, hargai setiap detik kesempatan dalam hidup kita. Di saat sulit, selalu ada kesempatan untuk memperbaiki keadaan; di saat sedih, selalu ada kesempatan untuk meraih kembali kebahagiaan; di saat jatuh selalu ada kesempatan untuk bangkit kembali; dan dalam kesempatan untuk meraih kembali yang terbaik untuk hidup kita.



Bila kita setia pada perkara yang kecil maka kita akan mendapat perkara yang besar. Bila kita menghargai kesempatan yang kecil, maka ia akan menjadi sebuah kesempatan yang besar.

28 August 2009

+Don't Speak+


You and me

We used to be together

Everyday together always

I really feel

That I'm losing my best friend

I can't believe

This could be the end

It looks as though you're letting go

And if it's real

Well I don't want to know





Don't speak

I know just what you're saying

So please stop explaining

Don't tell me cause it hurts

Don't speak

I know what you're thinking

I don't need your reasons

Don't tell me cause it hurts





Our memories

Well, they can be inviting

But some are altogether

Mighty frightening

As we die, both you and I

With my head in my hands

I sit and cry





Don't speak

I know just what you're saying

So please stop explaining

Don't tell me cause it hurts (no, no, no)

Don't speak

I know what you're thinking

I don't need your reasons

Don't tell me cause it hurts





It's all ending

I gotta stop pretending who we are...

You and me I can see us dying...are we?







Don't speak

I know just what you're saying

So please stop explaining

Don't tell me cause it hurts (no, no, no)

Don't speak

I know what you're thinking

I don't need your reasons

Don't tell me cause it hurts

Don't tell me cause it hurts!

I know what you're saying

So please stop explaining





Don't speak,

don't speak,

don't speak,

oh I know what you're thinking

And I don't need your reasons

I know you're good,

I know you're good,

I know you're real good

Oh, la la la la la la La la la la la la

Don't, Don't, uh-huh Hush, hush darlin'

Hush, hush darlin' Hush, hush

don't tell me tell me cause it hurts

Hush, hush darlin' Hush, hush darlin'

Hush, hush don't tell me tell me cause it hurts



P/S: Dedikasi tuk kawan2 ketika diriku berada dalam bad mood n tensen melampau.
To YANA, rindu arr lagu ni..da best moment with you..i'll try my best here..tapi kadang2 letih dengan desakan demi desakan..i miss u,our song,our admin cafe,our gila2 tooo..miss so much


_daun besar,DAUN KECIL_

Pada sebatang pohon kecil,hiduplah beberapa daun yang tumbuh bersama.Di antara daun-daun tersebut terdapat sehelai daun yang sangat besar dan kuat.Daun itu diagung-agungkan kerana kekuatannya.Dialah yang dianggap pelindung bagi daun-daun lainnya dari badai,hujan,panas matahari yang terik,dan bahaya yang lain.





Suatu ketika datanglah musim kemarau yang panjang.Daun-daun di pohon kecil itu mulai layu akibat tidak mendapat air dan makanan.Daun besar yang tadinya kuat mulai terlihat kerepot.Ia berusaha melindungi daun-daun lainnya dari matahari yang bersinar sangat terik sehingga daun-daun sahabatnya itu tidak kehilangan air lebih banyak lagi.





Hari berganti hari,daun besar itu sudah sampai pada puncak usahanya.Ia mulai carik-carik sehingga sinar matahari mulai menembusinya.Ia mulai kehilangan kekuatannya dan daun-daun lainnya pun sudah mulai mengabaikannya kerana ia tidak kuat lagi seperti dulu.Beberapa hari kemudian daun besar itu merasa tidak kuat lagi akhirnya ia berkata kepada teman-temannya:




"Teman-teman aku tidak lagi mempunyai kekuatan untuk melindungi kalian,aku akan gugur.Selamat tinggal".




Setelah berkata demikian akhirnya daun besar itu pun gugurlah.Musim kemarau berterusan,daun-daun di pohon kecil itu saling bertahan untuk hidup.Mereka sama sekali sudah melupakan daun besar yang telah berjasa melindungi mereka sehingga dapat bertahan sampai sekarang.





Musim kemarau tidak juga berakhir.Daun-daun di pohon kecil itu sudah mulai kehilangan harapan.





Mereka merasa sangat kelaparan,kehausan dan akan mati.Disaat mereka putus asa,tiba-tiba dirasakan adanya air dan makanan dari tanah.Masing-masing kehairanan.Setelah lama mencari-cari,mereka menyedarinya.Mereka melihat bahawa daun besar itu sudah membusuk dan menghasilkan air dan pati makanan bagi mereka.





Akhirnya ,dengan air dan sari makanan dari daun besar tadi,dedaunan di pohon kecil itu berhasil bertahan sampai musim hujan datang.Daun-daun di pohon kecil itu sangat menyesal kerana telah melupakan daun besar itu.Padahal sampai akhir hayatnya daun besar itu tetap menjadi pahlawan bagi daun-daun lainnya.





Renungan yang baik untuk kita semua.Usah menilai seseorang dari penampilan dan kekuatannya.ALLAH memberikan bantuan kepada kita melalui siapa saja bahkan melalui orang yang kita anggap telah jatuh dan hina.Ingatlah rencana ALLAH itu ajaib dan tidak memilih kasih terhadap hamba-hamba-NYA..

22 August 2009

::Bisikan Syaitan::

Syaitan dalam menggoda manusia memiliki berbagai cara strategi, dan yang sering dipakai adalah dengan memanfaatkan hawa nafsu, yang memang memiliki kecenderungan mengajak kepada keburukan (ammaratun bis su'). Syaitan seakan mengetahui kecenderungan nafsu kita, dia terus berusaha agar manusia keluar dari garis yang telah ditentukan Allah, termasuk melepaskan hijab atau pakaian muslimah.

Berikut adalah cara bertahap:


Menghilangkan Definisi Hijab Dalam tahap ini syaitan membisikkan kepada para wanita, bahawa pakaian apapun termasuk hijab (penutup) itu tidak ada kaitannya dengan agama, ia hanya sekadar pakaian atau gaya hiasan bagi para wanita. Jadi tidak ada pakaian syar'i, pakaian, dengan apa pun bentuk dan namanya tetap pakaian.


Sehingga akibatnya, ketika zaman telah berubah, atau kebudayaan manusia telah berganti, maka tidak ada masalah pakaian ikut ganti juga. Demikian pula ketika seseorang berpindah dari suatu negeri ke negeri yang lain, maka harus menyesuaikan diri dengan pakaian penduduknya, apapun yang mereka pakai. Berbeza halnya jika seorang wanita berkeyakinan, bahawa hijab adalah pakaian syar'i (identiti keislaman), dan memakainya adalah ibadah bukan sekadar gaya ( fesyen ). Biarpun hidup bila saja dan di mana saja, maka hijab syar'i tetap dipertahankan.


Apabila seorang wanita masih bertahan dengan prinsip hijabnya, maka syaitan beralih dengan strategi yang lebih halus. Caranya?



Pertama, Membuka Bahagian Tangan Telapak tangan mungkin sudah kebiasaannya terbuka, maka syaitan membisikkan kepada para wanita agar
ada sedikit peningkatan model yakni membuka bahagian hasta (siku hingga telapak tangan). "Ah tidak apa-apa, kan masih pakai jilbab dan pakai baju panjang? Begitu bisikan syaitan. Dan benar si wanita akhirnya memakai pakaian model baru yang menampakkan tangannya, dan ternyata para lelaki melihatnya juga seperti biasa saja. Maka syaitan berbisik," Tu.. tidak apa-apa kan?





Kedua, Membuka Leher dan Dada Setelah menampakkan tangan menjadi kebiasaan, maka datanglah syaitan untuk membisikkan perkara baru lagi. "Kini buka tangan sudah menjadi lumrah, maka perlu ada peningkatan model pakaian yang lebih maju lagi, yakni terbuka bahagian atas dada kamu." Tapi jangan sebut sebagai pak
aian terbuka, hanya sekadar sedikit untuk mendapatkan hawa, agar tidak panas. Cubalah! Orang pasti tidak akan peduli, sebab hanya sebahagian kecil sahaja yang terbuka.

Maka dipakailah pakaian fesyen terbaru yang terbuka bahagian leher dan dadanya dari yang fesyen setengah lingkaran hingga yang fesyen bentuk huruf "V" yang tentu menjadikan lebih terlihat lagi bahagian sensitif lagi dari dadanya.

Ketiga, Berpakaian Tapi Telanjang Syaitan berbisik lagi, "Pakaian mu hanya gitu-gitu saja, yak "cool" cari fesyen atau bahan lain yang lebih bagus! Tapi apa ya? Si wanita berfikir. "Banyak fesyen dan kain yang agak tipis, lalu bentuknya dibuat yang agak ketat biar lebih sedap/cantik dipandang," syaitan memberi idea baru.

Maka tergodalah si wanita, di carilah fesyenpakaia
n yang ketat dan kain yang tipis bahkan transparent. "Mungkin tak ada masalah, kan potongan pakaiannya masih panjang, hanya bahan dan fesyennya saja yang agak berbeza, biar nampak lebih feminin," begitu dia menokok-nambah. Walhasil pakaian tersebut akhirnya membudaya di kalangan wanita muslimah, makin hari makin bertambah ketat dan transparent, maka jadilah mereka wanita yang disebut oleh Nabi sebagai wanita kasiyat 'ariyat (berpakaian tetapi telanjang).

Keempat, Agak di Buka Sedikit Setelah para wanita muslimah mengenakan pakaian yang ketat, maka syaitan datang lagi. Dan sebagaimana biasanya dia menawarkan idea baru yang sepertinya "cool" dan "vogue", yakni dibisiki wanita itu
, "Pakaian seperti ini membuat susah berjalan atau duduk, soalnya sempit, apa tak sebaiknya di belah hingga lutut atau mendekati paha?" Dengan itu kamu akan lebih selesa, lebih kelihatan lincah dan energik." Lalu dicubalah idea baru itu, dan memang benar dengan dibelah mulai dari bahagian bawah hingga lutut atau mendekati paha ternyata membuat lebih selesa dan leluasa, terutama ketika akan duduk atau naik kenderaan. "Yah.... tersingkap sedikit tak apa-apa lah, yang penting enjoy," katanya.

Inilah tahap awal syaitan merosak kaum wanita, hingga tahap ini pakaian masih tetap utuh dan panjang, hanya fesyen, corak, potongan dan bahan saja yang dibuat berbeza dengan hijab syar'i yang sebenarnya. Maka kini mulailah syaitan pada tahap berikutnya.

II. Terbuka Sedikit Demi Sedikit Kini syaitan melangka
h lagi, dengan tipu daya lain yang lebih "power", tujuannya agar para wanita menampakkan bahagian aurat tubuhnya.

Pertama, Membuka Telapak Kaki dan Tumit Syaitan Berbisik kepada para wanita, "Baju panjang benar-benar tidak selesa, kalau hanya dengan membelah sedikit bahagiannya masih kurang luas, lebih elok kalau dipotong sahaja hingga atas mata kaki." Ini baru agak longgar. "Oh...... ada yang yang terlupa, kalau kamu pakai baju sed
emikian, maka jilbab yang besar tidak sepadan lagi, sekarang kamu cari jilbab yang kecil agar lebih serasi dan sepadan, ala....... orang tetap menamakannya dengan jilbab."

Maka para wanita yang terpengaruh dengan bisikan ini terburu-buru mencari fesyen pakaian yang dimaksudkan. Tak ketinggalan kasut tumit tinggi, yang kalau untuk berjalan, dapat menarik perhatian orang.


Kedua, Membuka Seperempat Hingga Separuh Betis Terbuka telapak kaki telah biasa ia lakukan, dan ternyata orang yang melihat juga tidak begitu ambil peduli. Maka syaitan kembali berbisik, "Ternyata kebanyakan manusia menyukai apa yang kamu lakukan, buktinya mereka tidak ada reaksi apa-apa, kecuali hanya beberapa orang. Kalau langkah kakimu masih kurang luas, maka cubalah kamu cari fesyen lain yang lebih menarik, bukankah kini banyak skirt separuh betis dijual di pasaran? Tidak usah terlalu terd
edah, hanya terlihat kira-kira sepuluh centimetre saja." Nanti kalau sudah biasa, baru kamu cari fesyen baru yang terbuka hingga separuh betis."

Benar-benar bisikan syaitan dan hawa nafsu telah menjadi penasihat peribadinya, sehingga apa yang saja yang dibisikkan syaitan dalam jiwanya dia turutkan. Maka terbiasalah dia memakai pakaian yang terlihat separuh betisnya kemana saja dia pergi.

Ketiga, Terbuka Seluruh Betis Kini di mata si wanita, zaman
benar-benar telah berubah, syaitan telah berhasil membalikkan pandangan jernihnya. Terkadang si wanita berfikir, apakah ini tidak menyelisihi para wanita di masa Nabi dahulu. Namun bisikan syaitan dan hawa nafsu menyahut, "Ah jelas tidak, kan sekarang zaman sudah berubah, kalau zaman dulu para lelaki mengangkat pakaiannya hingga setengah betis, maka wanitanya harus menyelisihi dengan menjulurkannya hingga menutup telapak kaki, tapi kini lain, sekarang banyak lelaki yang menurunkan pakaiannya hingga bawah mata kaki, maka wanitanya harus menyelisihi mereka iaitu dengan mengangkatnya hingga setengah betis atau kalau perlu lebih ke atas lagi, sehingga nampak seluruh betisnya."

Tetapi? apakah itu tidak menjadi fitnah bagi kaum lelaki," bersungut. "Fitnah? Ah...... itu kan zaman dulu, di masa itu kaum lelaki tidak suka kalau wanita menampakkan auratnya, sehingga wanita-wanita mereka lebih banyak di rumah dan pakaian mereka sangat tertutup. Tapi sekarang sudah berbeza, kini kaum lelaki kalau melihat bahagian tubuh wanita yang terbuka, malah senang dan mengatakan ooh atau wow, bukankah ini bererti sudah tidak ada lagi fitnah, kerana sama-sama suka? Lihat saja fesyen pakaian di sana-sini, dari yang di pasar malam hingga yang berjenama di pusat membeli belah, semuanya memperagakan fesyen yang dirancang khusus untuk wanita maju di zaman ini. Kalau kamu tidak mengikutinya, akan menjadi wanita yang ketinggalan zaman."

Demikianlah, maka pakaian yang menampakkan seluruh betis akhirnya menjadi kebiasaan, apalagi ramai yang memakainya dan sedikit sekali or
ang yang mempersoalkannya. Kini tibalah saatnya syaitan melancarkan tahap terakhir dari tipu dayannya untuk melucuti hijab wanita.

III. Serba Mini Setelah pakaian yang menampakkan betis menjadi pakaian sehari-harian dan dirasa biasa-biasa saja, maka datanglah bisikan syaitan
yang lain. "Pakaian memerlukan variasi, jangan yang itu-itu saja, sekarang ini fesyen skirt mini, dan agar sepadan, rambut kepala harus terbuka, sehingga benar-benar kelihatan indah."

Maka akhirnya skirt mini yang menampakkan bahagian bawah paha dia pakai, bajunya pun bervariasi, ada yang terbuka hingga lengan tangan, terbuka bahagian dada sekaligus bahagian punggungnya dan berbagai fesyen lain yang serba pendek dan mini. Koleksi pakaiannya sangat beraneka ragam, ada pakaian untuk berpesta, berso
sial, pakaian kerja, pakaian resmi, pakaian malam, petang, musim panas, musim sejuk dan lain-lain, tak ketinggalan seluar pendek separuh paha pun dia miliki, fesyen dan warna rambut juga ikut bervariasi, semuanya telah dicuba. Begitulah sesuatu yang sepertinya mustahil untuk dilakukan, ternyata kalau sudah dihiasi oleh syaitan, maka segalanya menjadi serba mungkin dan diterima oleh manusia.

Hingga suatu ketika, muncul idea untuk mandi di kolam renang terbuka atau mandi di pantai, di mana semua wanitanya sama, hanya dua bahagian paling k
etara saja yang tersisa untuk ditutupi, kemaluan dan buah dada. Mereka semua mengenakan pakaian yang seringdisebut dengan "bikini". Kerana semuanya begitu, maka harus ikut begitu, dan na'udzubillah bisikan syaitan berhasil, tujuannya tercapai, "Menelanjangi Kaum Wanita."

Selanjutnya terserah kamu wahai wanita, kalian semua sama, telanjang di hadapan lelaki lain, di tempat umum. Aku berlepas diri kalau nanti kelak kalian sama-sama di neraka. Aku hanya menunjukkanjalan, engkau sendiri yang melakukan itu s
emua, maka tanggung sendiri semua dosamu" Syaitan tak ingin ambil risiko.


Penutup

Demikian halus, cara yang digunakan syaitan, s
ehingga manusia terjerumus dalam dosa tanpa terasa. Maka hendaklah kita semua, terutama orang tua jika melihat gejala menyimpang pada anak-anak gadis dan para wanita kita sekecil apapun, segera secepatnya diambil tindakan. Jangan biarkan berlarut-larutan, kerana kalau dibiarkan dan telah menjadi kebiasaan, maka sakan menjadi sukar bagi kita untuk mengatasinya. Membiarkan mereka membuka aurat bererti merelakan mereka mendapatkan laknat Allah, kasihanilah mereka, selamatkan para wanita muslimah, jangan jerumuskan mereka ke dalam kebinasaan yang menyengsarakan, baik di dunia mahupun di akhirat.

Wallahu a'lam bisshawab.

17 August 2009

-Monolog Diriku Ketika Ramadhan Bakal Menjelma-

Terasa sedih,pilu,terharu,dan yang pasti hatiku celaru,tak tahu kenapa.aku memang happy go lucky,itu memang aku,namun aku sedih,aku sedih dengan diriku sendiri,diriku makin berubah.aku sedih dengan perubahan itu (hanya aku sahaja mengerti apa perubahan itu).


Aku bukannya baik apatah lagi alim tapi aku berusaha untuk menjadi baik dan alim..tengah berusaha dan sedang berusaha.

seorang sahabat pernah berkata betapa dia kagum dengan aku,huahua..syukran atas penghargaan itu,namun aku sedih..aku tak nak pujian itu,wahai sahabat!!
aku nak bimbingan kamu,luaran yang kau lihat padaku tidak menggambarkan diriku yang sebenar,aku memerlukan sahabat untuk membawa aku ke jalan kebenaran..
jika asal dan ilmu agamaku menjadi ukuran,memang silap telahan mu itu,aku perlukan ilmu,ilmu yang aku ada kini
belum cukup untuk bekalan ku nanti
sahabat yang boleh menegur aku,tegurlah semampumu,jangan bagi aku kecundang dalam landasan nafsu ini.
sesungguhnya,aku tetap manusia biasa yang punya sedikit kelebihan namun dikaburi oleh berjuta kelemahan diriku.


kalau dulu aku seringkali malabuhkan solat fardhu malamku dimasjid tapi kini,tidak lagi,semakin jarang ku mengunjungi rumah ALLAH itu..aku terfikir,adakah jarak atau laluan untuk ke sana?..seyesli,aku tak puas hati..kena lalu depan kediaman muslimin dulu untuk tiba disana.aku hanya hadir dimasjid semata2 untuk menghadiri Smart Group a.k.a usrah atau menghadiri mesyuarat SAHAM sahaja.teruk kan?sangat2 teruk!!tak tahu kenapa aku rasa diriku semakin lemah ke arah itu.Ya ALLAH,kuatkan aku!!!

kalau dari segi pelajaran,ALHAMDULLILLAH,aku sudah dapat menerima.aku sudah semakin immune dengan istilah2 baru ini.aku sudah sedar bahawa masa lalu tak kan berulang lagi,biarkan ia berlalu,sekarang ini aku sudah mula adapt dengan subjek2 kom,insyaALLAH,akan kubuktikan aku mampu berjaya!!!



Ramadhan yang bakal menjelma ini aku,aku nak berubah,berubah untuk jadi lebih baik.teringat lak kata2 Rofina,my classmate,ketika presentation English: kita semua adalah champion a.k.a juara sejak dulu lagi,kenapa??sebab dari dulu lagi kita dah menang dalam pertempuran untuk disenyawakan dan dilahirkan.Kita menang dalam pertempuran banyak2 sel..huhh..betul..memang betul,so,kalu dulu kita dah juara,sehingga sekarang kita boleh jadi juara,juara untuk menentang nafsu2 remaja ini.Thanks,Rofina,satu semangat tuhh!!

Doakan semoga aku istiqamah,mengekalkan sesuatu lebih sukar berbanding memulakannya...


Ku mengharapkan Ramadhan
Kali ini penuh makna
Agar dapat kulalui
Dengan sempurna

Selangkah demi selangkah
Setahun sudah pun berlalu
Masa yang pantas berlalu
Hingga tak terasa ku berada
Di bulan Ramadhan semula

Puasa satu amalan
Sebagaimana yang diperintahNya
Moga dapat ku lenturkan
Nafsu yang selalu membelenggu diri
Tiada henti-henti

Tak ingin ku biarkan Ramadhan berlalu saja
Tuhan pimpinlah daku yang lemah
Mengharungi segalanya dengan sabar
Kita memohon pada Tuhan diberikan kekuatan
Ku merayu pada Tuhan diterima amalan

Selangkah demi selangkah...
Dengan rahmatMu oh Tuhanku...
Ku tempuh jua





video




p/s:sowri,entry yang entah apa2..huhuhu..

13 August 2009

..:Tiga Kunci Hidup Yang Bahagia:..

Apakah rahsia hidup yang bahagia itu? Banyak orang yang mengidentitikan kebahagiaan dengan segala sesuatu yang berada di luar kita, seperti harta benda yang kita miliki. Apakah anda akan berbahagia jika mempunyai rumah yang indah, kereta mewah, duit yang banyak, pasangan hidup dan anak-anak yang tampan dan cantik? Mungkin anda akan mengatakan ''ya.'' Tapi, percayalah itu tidak akan kekal lama.


Kebahagiaan yang disebabkan hal-hal di luar kita adalah kebahagiaan semua. Kebahagiaan itu akan segera hilang begitu sahaja..Anda melihat kawan anda membeli kereta mewah, handphone yang canggih, atau sekadar baju baru. Anda begitu juga ingin memilikinya.


Anehnya,selepas anda berjaya memilikinya, rasa bahagia itu segera hilang. Anda merasa biasa-biasa saja. Bahkan, anda mulai melirik orang lain yang memiliki barang yang lebih bagus lagi daripada yang anda miliki. Anda kembali berangan-angan untuk memilikinya. Demikianlah seterusnya. Dan anda tidak akan pernah bahagia.


Buddha Gautama pernah mengatakan, ''Keinginan-keinginan yang ada pada manusialah yang seringkali menjauhkan manusia dari kebahagiaan.'' Ia benar. Kebahagiaan adalah sebuah keadaan tanpa syarat. Anda tidak perlu memiliki apapun untuk berbahagia. Ini adalah sesuatu yang sudah anda putuskan dari awal.



Cuba katakan pada diri anda sendiri, ''Saya sudah memilih untuk bahagia". Apapun yang akan terjadi anda akan merasa bahagia walaupun tidak memiliki harta yang banyak, walaupun keadaan di luar tidak sesuai dengan keinginan anda. Semua itu tidak akan mengganggu kerana anda tidak menempatkan kebahagiaan anda disana.



Kebahagiaan yang hakiki terletak di dalam diri anda sendiri. Inti kebahagiaan ada pada fikiran anda. Ubahlah cara anda berfikir dan anda akan segera mendapatkan kebahagiaan dan ketenteraman batin. Ada tiga fikiran yang perlu senantiasa anda tumbuhkan. Saya mendapatkan gagasan mengenai tiga kunci kebahagiaan ini setelah merenungkan erti tasbih, tahmid dan takbir yang kita ucapkan setiap hari tapi sering tanpa makna yang mendalam.







Kunci pertama kebahagiaan adalah rela memaafkan. Cuba renungkan kata SUBHANALLAH. Tuhanlah yang Maha Suci, sementara manusia adalah tempat kesalahan dan kealpaan. Kesempurnaan manusia justeru terletak pada ketidaksempurnaannya. Dengan memahami konsep ini, hati anda akan selalu terbuka untuk memaafkan orang lain.


Seorang doktor terkenal Gerarld Jampolsky menemukan bahwa sebahagian besar masalah yang kita hadapi dalam hidup bersumber dari ketidakmampuan kita untuk memaafkan orang lain.Dia bahkan mendirikan sebuah pusat penyembuhan terkemuka di Amerika yang hanya menggunakan satu kaedah tunggal iaitu, rela memaafkan!


Kunci kedua adalah bersyukur. Cuba renungkan kata ALHAMDULILLAH. Orang yang bahagia adalah orang yang senantiasa mengucapkan alhamdulillah dalam situasi apapun. Ini seperti cerita seorang petani miskin yang kehilangan satu-satunya kuda yang dimiliki . Orang-orang di desanya amat prihatin terhadap kejadian itu, namun dia hanya mengatakan, alhamdulillah.


Seminggu kemudian kuda tersebut kembali ke rumahnya sambil membawa serombongan kuda liar. Petani itu mendadak menjadi orang kaya. Orang- orang di desanya berduyun-duyun mengucapkan selamat kepadanya, namun ia hanya berkata, alhamdulillah.


Tak lama kemudian petani ini kembali mendapat musibah. Anaknya yang berusaha menjinakkan seekor kuda liar terjatuh sehingga patah kakinya. Orang-orang desa merasa amat prihatin, tapi sang petani hanya mengatakan, alhamdulillah. Ternyata seminggu kemudian tentara masuk ke desa itu untuk mencari para pemuda untuk wajib dilatih berperang. Semua pemuda dibawa keluar desa kecuali anak sang petani kerana kakinya patah. Melihat hal itu si petani hanya berkata singkat, alhamdulillah.


Cerita itu sangat inspiratif kerana dapat menunjukkan kepada kita bahwa apa yang kelihatannya baik, belum tentu baik. Sebaliknya, apa yang kelihatan buruk belum tentu buruk. Orang yang bersyukur tidak terganggu dengan apa yang ada di luar kerana ia selalu menerima apa saja yang ia hadapi.


Kunci ketiga kebahagiaan adalah tidak membesar-besarkan hal-hal kecil. Cuba renungkan kalimat ALLAHU AKBAR. Anda akan merasa bahawa hanya Tuhanlah yang Maha Besar dan banyak hal-hal yang kita pusingkan setiap hari sebenarnya adalah masalah-masalah kecil. Masalah-masalah ini bahkan tidak akan pernah kita ingat lagi satu tahun dari sekarang.


Penelitian mengenai stres menunjukkan adanya beberapa hal yang merupakan penyebab terbesar stress, seperti kematian orang yang kita cintai, kecelakaan lalu lintas, dan sebagainya. Hal-hal seperti ini bolehlah anda anggap sebagai hal yang ''agak besar.'' Tapi, bukankah hal-hal ini hanya kita alami sekali-sekali dan pada waktu-waktu tertentu? Kenyataannya, kebanyakan hal-hal yang kita pusingkan dalam hidup sebenarnya hanyalah masalah-masalah kecil.


p/s: Saya masih tidak bahagia dengan hidup ini dan berusaha sedaya upaya untuk mencari sinar kebahagiaan itu,semoga lafaz2 SUBHANALLAH,ALHAMDULILLAH,ALLAHU AKBAR terus bermain dibibir ini untuk mencapai kebahagiaan yang diimpikan.

-Indahnya Bunga Lili-


Seorang anak sambil menangis kembali ke rumah. Dia menangis semakin kuat ketika dia bertemu ibunya.Dia berasa segala usahanya tidak dihiraukan baik oleh guru mahupun teman-teman sekelasnya.Dia telah berusaha namun seakan-akan usahanya tidak layak dihargai lalu dia menjadi benci akan teman-temannya.Dia menjengkeli gurunya.



Setelah mendengar keluhan anaknya,sang ibu bertanya "Pernahkah engkau melihat kembang lili (bunga bakung) milik tetangga di lorong jalan kerumah kita?"
Anak itu menggelengkan kepala."Bunga itu berkembang setiap pagi,dan di akhir hari ia akan layu dan mati.Namun,sebelum mati,ia telah memberikan yang terbaik,ia telah memancarkan keindahannya". Anak itu berhenti menangis dan mendengar penuh perhatian.



"Setiap hari ia memberikan keindahan yang sama.Setiap hari ia memberikan keharuman yang sama walau kadang tidak dihiraukan orang.Keindahannya tak pernah berkurang kerana engkau tak pernah memerhatikannya.Ia tidak pernah bersedih bila tak diperhatikan orang,kerana ia tahu bahawa dalam hidupnya ia cuma punya satu misi yakni memberikan keindahan". Anak itu faham akan maksud ibunya.



p/s: Bagaimana pula kehidupan kita?Seringkali mengeluh sekiranya dihiraukan,apa yang penting,kita mesti tahu misi kita adalah memberikan TERBAIK.

09 August 2009

Aku Setitis Minyak..........

Aku setitis minyak petrol
penggunaanku meluas dikenderaanmu
kuberhijrah dari perut bumi
tanpaku,kamu akan terhenti.


Aku setitis minyak diesel
ku digali untuk kenderaan beratmu
kuasaku dipaksa untuk kesejahteraanmu
dari perut bumi ke tangki minyak
hingga ke asap
manakah anda tanpaku??


Aku setitis minyak kerosin
kemurahanku mendorong pencarianmu
ku dipaksa membakar dalam pelitamu
Untuk mengeluarkan dirimu daripada gelap
terangkah hidupmu tanpaku??


Aku setitis minyak masak
ku mudah didapati olehmu
dari jagung hingga ke kelapa sawit
ku dipisahkan dari induk olehmu
kudipanaskan demi kelaparanmu


Aku setitis minyak tanah
ku diperoleh di kedai runcit
semata-mata untuk membakar sampahmu
ku sengaja dibakar walaupun haram
kenapakah kamu bersikap begini??


Kami setitis minyak sedunia
kami dari pelbagai sumber
kamu digoda oleh kuasa kami
penggunaan kami disalahkan olehmu
kini dibalas pencemaran apakah tindakanmu sekarang??


p/s: Keratan artikel dari salah satu paper (lupa lak nama paper tu),pada tahun 2007...tersangatlah best karya ini...so,publish laa kat sini tuk sharing bersama....

08 August 2009

-To Realize-

To realize the value of a sister
Ask someone who doesn't have one.



To realize the value of ten years:
Ask a newly divorced couple.



To realize the value of four years:
Ask a graduate.



To realize the value of one year:
Ask a student who has failed a final exam.



To realize the value of nine months:
Ask a mother who gave birth to a still born.



To realize the value of one month:
Ask a mother who has given birth to a premature baby.



To realize the value of one week:
Ask an editor of a weekly newspaper.



To realize the value of one hour:
Ask the lovers who are waiting to Meet.



To realize the value of one minute:
Ask a person who has missed the train, bus or plane.



To realize the value of one-second:
Ask a person who has survived an accident.



To realize the value of one millisecond:
Ask the person who has won a silver medal in the Olympics
.



To realize the value of a friend:
Lose one.



Time waits For no one.
Treasure every moment you have.
You will treasure it even more when
you can share it with someone special.



The origin of this letter is unknown,
But it brings good luck to everyone who passes it on.

05 August 2009

Menerima Hakikat Manusia Akan Disulami Ujian

Manusia tidak lari dari ditimpa musibah. Oleh kerana hidup manusia pasti akan disulami dengan musibah, maka Allah mengajarkan kita cara menghadap musibah. Banyak hadith dan ayat Quran yang membicarakan mengenai cara menghadapi musibah. Ada tiga peringkat mengenai sikap manusia ketika ditimpa sesuatu musibah.




1. Pada permulaannya, berlaku penolakkan. Di peringkat ini, manusia tidak menerima hakikat bahawa sesuatu telah hilang darinya, sesuatu telah tiada, sesuatu telah menimpa dan sebagainya. Dia akan cuba lari dari hakikat dan masalah. Jika dia cuba lari dari menerima hakikat, jiwanya akan semakin tertekan, hatinya semakin sempit dan fikirannya semakin keliru.




Di dalam Islam, kita perlu jujur menerima hakikat diri kita. Semakin berani kita untuk jujur menerima hakikat diri semakin tenang jiwa kita. Sebab itu di dalam Islam ada konsep muhasabah. Muhasabah bererti menerima kekurangan dan kelemahan yang ada pada diri. Jika kita tidak dapat menerima hakikat diri kita, maka kita tidak akan dapat membuat perubahan di dalam diri kita.




2. Peringkat kedua, manusia akan mengeluh, marah-marah, mendongkol, menyalahkan orang lain dan yang paling parah ialah apabila menyalahkan takdir. Di peringkat ini, mereka telah menerima hakikat bahawa mereka sedang melalui masa getir, tetapi mendongkol dengan keadaan diri. Sesungguhnya, mengeluh tidak merubah apa-apa. Sikap marah-marah juga tidak merubah apa-apa. Dia akan membuatkan kita semakin tertekan dan terhimpit. Sudahlah ditimpa musibah, hati pula hilang bahagia.




Di dalam Islam, kita ada konsep muraqabah, iaitu rasa sentiasa diawasi oleh Allah. Hari ini jika kita senang, Allah mahu melihat apa yang kita lakukan begitu juga apabila kita susah. Allah akan melihat apa yang akan kita lakukan. Semua, susah dan senang ada nilaian pahala jika kita membuat sesuatu dengan betul. Jika kita rasa sentiasa diawasi Allah, kita akan selalu mencari keredhaannya. Waktu senang kita tidak lupa Allah, waktu susah kita bergantung sepenuhnya denganNya. Akhirnya, senang dan susah tetap tenang dan tetap bahagia.




3. Peringkat ketiga barulah biasanya manusia menerima segala apa ketentuan hidupnya. Barulah tidak marah-marah, tidak mengeluh dan sebagainya. Walaubagaimanapun, jika salah kefahamannya, manusia akan putus asa, hilang harapan, hilang semangat, hilang rasa untuk terus berusaha. Akhirnya, hidupnya semakin murung, semakin tidak ceria dan semakin kusut.




Di dalam Islam, apabila kita telah menerima kita di dalam keadaan susah, ada konsep tawakkal. Tawakkal ialah kita berusaha dan bakinya kita serahkan pada Allah untuk menyempurnakannya. Jika perniagaan kita gagal, kita usahakan terus, ubah sana dan sini, baki serah pada Allah. Jika rumah tangga kita gagal, kita usahakan untuk perbaiki, baki yang diluar kemampuan kita, kita serah pada Allah.




Orang yang ada konsep muhasabah dan tawakkal akan sentiasa positif di dalam hidupnya. Dia akan sentiasa tenang walaupun musibah itu ibarat bukit yang menghempapnya. Sesungguhnya, semua manusia akan diuji dengan musibah, yang membezakan orang beriman atau tidak ialah di hujung ujian.




Jika di hujung ujian dia tetap tidak putus asa, tetap berusaha, tetap tenang, tetap berjuang maka dia adalah pemenang di dalam ujian tersebut.